ROBOT YANG MEMBANTU TRACKING PESAWAT KOMERSIL

0
4

PESAWAT MH370 atau Malaysia Airlines Flight 370 yang menghilang pada 8 Maret 2014, kejadian ini sudah 3 tahun dan masih menjadi misteri dan terasa masih segar.

Hilangnya pesawa ini menimbulkan berbagai teori dari kerusakan mesin, radar, konspirasi, UFO dan Aliens. Tidak ada bukti yang kuat bahkan bagi penemuan puing-puing pesawat juga sangat aneh dan sulit dibuktikan.

Bagaimana agar masalah MH370 terhindar?

Ada banyak cara, baik dengan merubah tempat penyimpanan Black Box hingga penambahan usulan bagi deteksi pesawat. Untuk mendeteksi pesawat bisa dengan cara pengiriman data real-time ke suatu cloud atau server bisa juga dengan deteksi dari luar.

Untuk pilihan deteksi pesawat dari luar diusulkan HASS atau High Altitude Shuttle System. HASS ini akan berupa wahana yang meluncur tinggi dan mencatat posisi pesawat terbang.

 

  • Unique gliding unmanned aerial system for payload return from high altitude
  • Potential for high quality reduced gravity parabolic flights
  • Programmable control from release thru landing
  • Patented Tactical Launch System allows launch in 30kt winds
  • <5 kg/slot, <10 kg/full manifest

Suatu perusahaan bernama NSC atau Near Space Corporation melakukan percobaan dengan HASS di Tillamook Naval Air Station di Oregon. Wahana bernama High Altitude Shuttle System (HASS) ini terbang pertama kali ke atas atmosfir dengan stratospheric balloon. Setelah dilepas dari balon, pesawat HASS ini meluncur turun selama 30 menit dan mengumpulkan banyak data. Rencana serupa akan dilakukan lagi untuk memperbaiki data yang ingin didapat.

Jika anda tertaik mencoba hal ini, maka anda harus memiliki ijin khusus karena baru saja diluncurkan ketentuan khusus. Untuk terbang tinggi, drone pilots harus memiliki Certificate of Authorization (COA) for flying at high altitudes.

 

Referensi situs NSC AERO.