ROBOT YANG TIDAK PERLU BATRE, BISA BERJALAN SENDIRI, MANDIRI & FLEKSIBEL

0
21

ROBOT bisa saja terbuat dari logam atau bisa juga terbuat dari balon dengan gelembung udara sebagai bagian utama.

Bagaimana jika anda menyukai silikon dan anda ahli dengan printer 3D? apa yang akan anda buat?

Team dari Harvard memiliki jawaban tersendiri, mereka membuat robot yang bisa bergerak sendiri dan benar-benar bisa bergerak sendiri tidak perlu batre. Robot ini bernama Octobot mungkin gabungan dari Octopus Robot.

Robot ini memang berbentuk seperti Octopus atau mahluk laut berlengan 8 hanya saja dengan ukuran sekitar telapak tangan anda.

Bagaimana robot ini tidak perlu batre?

Octobot dibuat dengan gabungan antara cetak molding digabung dengan kemampuan printing 3D ditambah dengan estimasi hidrolik disertai kontrol mekanis analog. Sesudah tiga hal ini disatukan maka Octobot secara otomatis bisa bergerak (sendiri).

“Through our hybrid assembly approach, we were able to 3-D print each of the functional components required within the soft robot body, including the fuel storage, power, and actuation, in a rapid manner,” said Lewis. “The octobot is a simple embodiment designed to demonstrate our integrated design and additive fabrication strategy for embedding autonomous functionality.”

Masih rumit kedengarannya? Bagaimana cara membuat robot ini? Anda dapat mengikuti untuk membuat dirumah.

Langkah Pertama, silikon dicetak dalam cetakan berbentuk gurita kecil. Sama dengan cetakan agar-agar atau cetakan es batu kulkas buat anak kecil. Sesudah dingin dan solid diangkat (anda harus membuang semua gelembung di dalam tubuh gurita silikon ini). Badan harus solid dan rapih tidak ada celah udara.

Langkah Kedua, gurita silikon ini perlu dibuat urat nadi. Seperti tempat untuk aliran darah yang kecil. Dimulai dari sini seterusnya anda perlu syarat tambahan yaitu alat yang lebih handal dan bisa jadi anda perlu beberapa gelar MSc atau PhD.

Langkah ketiga, ini agak rumit dan harus berhati-hati. Jika anda tidak punya persyaratan dalam langkah kedua jangan dicoba oleh anda.

Sebetulnya batre diganti oleh gas khusus berisi setidaknya Platinum, Hidrogen Peroksida dan Oksigen dalam persentase yang tepat agar udara ini bisa meletup dan membuat sirkulasi dengan cukup. Detailnya perlu paper dari engineer terkait.

Hidrogen Peroksida dan Platinum ini akan bercampur dan berekasi meletup. Dari letupan ini tercipta aliran udara yang bergerak di dalam nadi Octobot dan berputar tidak keluar karena tubuhnya kedap dan tidak ada bocor.

The paper was co-authored by Daniel Fitzgerald of the Wyss Institute and Bobak Mosadegh of Cornell University. The research was supported by the National Science Foundation through the Materials Research Science and Engineering Center at Harvard and by the Wyss Institute.

Langkah keempat, aliran yang dibuat oleh printer 3D akan dimasukan gas khusus seperti diatas.

Harvard’s octobot is pneumatic-based, and so is powered by gas under pressure. A reaction inside the bot transforms a small amount of liquid fuel (hydrogen peroxide) into a large amount of gas, which flows into the octobot’s arms and inflates them like balloons.

Langkah kelima, ada prosesor yang akan mengatur aliran udara didalam aliran nadi buatan printer 3D ini untuk membuat Octobot bergerak. Prosesor bernama microfluid chip bisa jadi masalah yang tidak mudah didapat dan harus dibuat sendiri.

Langkah Keenam, belum diterapkan oleh Team Harvard. Padalangkah ini akan dibuat program dan Artificial intelligent pada Octobot yang membuat Octobot berpikir harus jalan kemana dari logic atau input yang diterima secara otomatis dan direspon otomatis.

Mudah?

Referensi lengkap di situs Harvard.