SEC AMERIKA DAN BLOCKCHAIN (TIPE BITCOIN)

0
174

Sistem Blockchain sesudah terbukti handal dalam menjalankan enkripsi dan sharing informasi terhadap semua user mulai diminati oleh perusahaan besar dan di tahun 2015 Desember juga mendapat persetujuan dari regulator besar.

Eksposure pertama yang besar terjadi sewaktu Goldman Sachs tertarik dengan sistem blockchain milik sendiri dan mematenkannya (baca posting kami: https://www.lembar.info/goldman-sachs-vs-blockchain-dan-cryptocurrency/).

Pertengahan Desember 2015 juga U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menyetujui untuk pertamakali walaupun dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa pemberitahuan media pada 9 Desember 2015 mengenai persetujuan Blockchain untuk perdagangan saham bukan pernyataan resmi SEC.

logo U.S. Securities and Exchange Commission logo
Dalam pernyataan resmi tersebut, SEC terutama mengutip pernyataan Bitcoin Magazine yang menyebut secara resemi SEC menyetujui penggunaan Blockchain untuk perdagangan saham Overstock.

Sebagai tambahan informasi, Overstock adalah perusahaan eCommerce terutama menjual perangkat keperluan rumah dan memang sedang naik daun terutama di Amerika. Kemungkinan pernjualan saham Overstock bisa menghasilkan sukses besar sebagaimana kelahiran Unicorn yang lain (posting kami terkait unicorns: www.lembar.info/isu-tech-buble-unicorn-startup-sukses/).

Penggunaan Blockchain dan sistem Overstock ini bukan karena kebetulan, sudah lama diprediksi dalam email Satoshi Nakamoto bahwa sistem terbuka Blockchain adalah sistem yang handal.

APA PERBEDAAN BLOCKCHAIN SISTEM DAN CARA TRADISIONAL SEKARANG?

Cara perdagangan stock exchange saat ini adalah cara tradisional walaupun sudah diperkenalkan real time dan online.

Perbedaan mendasar dari sistem Blockchain dan tradisional adalah seperti Bitcoin yaitu tidak ada perantara stock dan pembeli. Dalam cara tradisional selalu dibutuhkan traders, exchanger atau stocker. Blockchain tidak membutuhkan itu. Blockchain juga handal 24 jam dan buktinya adalah sistem blockchain Bitcoin yang juga diminati oleh banyak perbankan saat ini.

U.S. Securities and Exchange Commission web pics eventCara tradisional ini memiliki kelemahan mendasar terutama dalam masa tiga hari penjualan. Sesudah stock dibeli pada hari pertama, pada prinsipnya stock belum dimiliki pembeli karena masa transisi tiga hari dan dalam hitungan menit atau hari, pembeli ini bisa berubah menjadi penjual karena untung yang dikejar dalam masa pendek ini.

Blockchain akan membuat sistem betul-betul real time sehingga saat ini anda beli atau kirim, saat itu juga kepemilikan berpindah. Sekali lagi, handal pula. Dalam masa konfirmasi ini perlu hitungan menit atau detik tegantung setting dan keadaan Blockchain.

Dalam transfer Bitcoin seperti yang pernah kami alami, bisa terjadi dalam beberapa detik dan bisa juga dalam 6 jam. Kami pernah mencoba juga dengan fee yang sangat rendah kemudian konfirmasi diterima sehari kemudian (berhemat yang membuat deg-degan).

Dalam masa melepas tersebut, kepemilikan stock/uang sudah dilepas karena persyaratan utama dalam Blockchain adalah tidak mungkin ada transaksi atas valus yang sama.

Indonesia? Masih lama saya kira dalam menerapkan hal ini.

Baca juga bagaimana Overstock menggunakan Blockchain sesuai ijin SEC:

cara-kerja-blockchain-overstock-stock-exchange/

Berita dan gambar diambil dari:

NYSE:

http://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1130713/000110465915084240/a15-9206_9fwp.htm