SIAPA AFRO-AMERICAN TECH FIGURE?

0
155

Siapa figur dalam tech di silicon valley yang bisa anda sebut namanya secara cepat?

Steve Jobs, Mark Zuckenberg, Bill Gates atau beberapa nama lain yang terkenal meluncur.

Atau diganti pertanyaannya menjadi: coba sebut contoh nama startups atau unicorns secara cepat (jangan berpikir langsung disebut)?

WhatAps, AirBnB, Uber, Facebook, Youtube, iPhone, …. atau beberapa nama terkenal lainnya.

Persamaanya adalah semua yang membuat atau terlibat dan menjadi figur adalah orang kulit putih. Ada beberapa orang asia atau keturunan asia yang terlibat sebagai Co atau sebagai ahli teknis sesudah berjalan (didominasi oleh orang India dan Cina).

Ada orang kulit hitam menjadi figur di tech atau unicorns? Bisa disebut tidak ada bahkan bagi orang kulit hitam bekerja di SIlicon Valley seperti tempat yang berbeda (bagi orang keturunan Afro Amerika tersebut).

Kenapa? karena orang Afro di Silicon Valleya adalah minoritas sehingga sangat berbeda keadaanya dibading (jika ingin kontras) New York. Estimasi pekerja Afro Amerika di Silicon Valley sekitar 2% dari total saat ini (akhir 2015).

Estimasi pekerja Afro Amerika di Silicon Valley sekitar 2% dari total saat ini (akhir 2015).

 

Masalah minoritas ini terutama karena lingkungan para tech entrepreneur bukan di lingkungan kaum afro atau latinos seperti contohnya banyak upper dan middle-man di unicorns berkeliaran adalah lulusan Stanford atau Berkeley dimana pada sekolah tersebut jarang kaum minoritas (Afro/Latinos) berkuliah.

Pekerja Afro Amerika merasa hal ini perlu dirubah. Perubahan dimulai dari diskusi di kantin, group diskusi dalam sosmed akhirnya beberapa orang melakukan inisiatif.

code2040 logo fellowship program what does code2040 meanLaura Weidman Powers dan Tristan Walker memulai membuat wadah dinamai Code2040 sebagai tempat bagi pembinaan dan pembibitan bagi Afro Amerika dan Latino/Latina.

Secara aktif kelompok ini membuat sharing session baik dari praktisi ataupun sesama di Code2040. Secara khusus Code2040 juga menerima orang tertentu untuk dibentuk menjadi entrepreneur.

Kegiatan khusus ini bernama CODE2040 Residency Program disokong oleh Google. Lebih dari cukup.

Tech sector requires not just skills, but the experience, confidence, and connections to apply them.

 

 

 

Bagi orang Afro Amerika dan Latino/a termasuk bagi pelajar dan profesional yang tertarik untuk menjadi entrepreneur bidang tech sudah memiliki wadah.

Secara aktip Program ini menyeleksi peserta melalui Technical Application Prep Program (TAP) syaratnya masuk akal: kemampuan anda diperlukan demikian juga pengalaman, keyakinan dan kehandalan diri menyambungkan semua kemampuan anda.

Ridwan Kamil ada kecemasan bahwa Indonesia terlambat dan perlu didorong hanya sayangnya sepertinya berjalan sendiri dan tidak ada bantuan signifikan. Mungkin sesudah Teknopolis digaungkan dan mulai banyak perusahaan asing mendaftar antri mulai terlihat progress yang menarik.

Menunggu peluncuran dengan presiden, Ridwan Kamil sedang menyiapkan Gede Bage dengan kisaran sekitar 800 hektar untuk Teknopolis (baca tentang Teknopolis disini: https://www.lembar.info/teknopolis-silicon-valley-di-gede-bage/).

Jangan sampai kita kalah oleh Singapur dan Malaysia karena disana juga banyak penggerak/pekerja middle dan lower man adalah orang Indonesia (baca juga posting terkait indeks inovasi Indonesia kalah total: https://www.lembar.info/indeks-pembangunan-inovasi-global-dunia/).