TEKA TEKI MATEMATIKA RATUSAN TAHUN PECAH BERHADIAH

0
220

Matematika memiliki banyak misteri yang belum terpecahkan. Bilangan prima adalah bilangan yang menjadi salah satu misteri yang juga masih belum selesai.

Ada salah satu misteri yang saat ini baru saja dipecahkan dan berhadiah besar. Hadiah atas teka-teki ini senilai NOK 6,000,000 (atau sekitar EUR 600,000 atau setara dengan USD 700,000). Nilai yang serius.

“There are no whole number solutions to the equation xn + yn = zn when n is greater than 2.”

Teka-teki ini bernama Fermat Theory dimana disebutkan bahwa tidak ada angka yang bisa menjadi solusi dari persamaan Fermat (“Fermat’s Last Theorem”) jika nilai N lebih besar dari 2.

Persamaan ini dibuat oleh seorang ahli matematika dari Perancis bernama Pierre de Fermat pada tahun 1637.

Tidak pernah terpecahkan selama 300 tahun.

Persamaan ini sebetulnya baru dipecahkan pada tahun 2003 oleh seorang ahli matematika Inggris dosen di Oxford bernama Professor Andrew Wiles. Professor Andrew Wiles sendiri mengaku bahwa memecahakan persamaan Fermat ini adalah merupakan impian dia dari semenjak mengenal Matematik.

Cara pemecahan persamaan tersebut dengan gaya berbeda yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

The Norwegian Academy of Science and Letters has decided to award the Abel Prize for 2016 to Sir Andrew J. Wiles (62), University of Oxford, “for his stunning proof of Fermat’s Last Theorem by way of the modularity conjecture for semistable elliptic curves, opening a new era in number theory.”

Persamaan Fermat ini dipecahkan oleh Professor Andrew Wiles dengan modularity conjecture dari semistable elliptic curves (Catatan tambahan: solusi tersebut merupakan penggabungan dari modular forms, elliptic curves dan Galois representations). Mantap sekali bukan.
Mengenai perkenalan masa awal matematika dan persamaan Fermat, Professor Andrew Wiles memiliki cerita tersendiri.

In 1963, when he was a ten-year-old boy growing up in Cambridge, England, Wiles found a copy of a book on Fermat’s Last Theorem in his local library. Wiles recalls that he was intrigued by the problem that he as a young boy could understand, and yet it had remained unsolved for three hundred years. “I knew from that moment that I would never let it go,” he said. “I had to solve it.”

Dimulai tahun 1963, ketika itu Professor Andrew Wiles adalah Andrew J. Wiles berumur 10 tahun. Dia tumbuh di area sekitar Cambridge Inggris.

Ketika berumur 10 tahun dia menemukan kopian stensil buku Fermat’s Last Theorem dan dari situ dia mengetahui suatu saat kelak harus menyelesaikannya.

KUNJUNGI halaman depan kami, WWW.LEMBAR.INFO bookmark dan anda mendapat berita update entrepreneur, blog & tech setiap hari.

Pencapaian yang luar biasa. The Abel Committee says: “Few results have as rich a mathematical history and as dramatic a proof as Fermat’s Last Theorem.”

Acara untuk memberikan hadiah akan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2016 di Oslo.