TEKNOPOLIS SILICON VALLEY DI GEDE BAGE

0
203

Gede Bage saat ini terkenal di Bandung karena ada pasar induk dan sering dikepung banjir disaat musim hujan. Sebagian dari area tersebut masih sawah dan dataran kosong. Sawah dan lahan kosong ini kelak akan menjadi tempat kelahiran Unicorns dan itulah yang direncanakan Ridwan Kamil.

Stadion Bandung juga terletak di Gede Bage terletak dipertengahan sawah dan terbengkalai jarang dipakai. Area disini memang bukan area komersial karena dipinggiran Bandung.

Gede Bage masih lebih dekat ke area pusat kota Bandung (maksimum sekitar 20 km) dibanding kawasan BSD atau Depok ke Jalan Jendral Sudirman Jakarta. Sekiranya transportasi nyaman disediakan dan Gede Bage disiapkan untuk kawasan industri hi-tech maka pendukung berupa akses jalan, transportasi umum dan sarana pendukung yang memadai harus disediakan apalagi jika ingin world-class.

Gedebage to Bandung city downtown about jarak kota bandung ke gedebage ke bandung sekitar 20 km

 

BAGAIMANA RENCANA TEKNOPOLIS BANDUNG?

Ridwan Kamil (Februari 2014): “Gedebage Teknopolis ini menjadi proyek nasional kawasan ekonomi khusus.”

 

 

 

Eks Wali Kota Bandung Dada Rosada mencetuskan rencana Kawasan Pertumbuhan Primer di Gedebage dimana pada area ini Pemkot Bandung memiliki lahan yang belum dioptimalkan.

Ridwan Kamil melihat konsep Kawasan Pertumbuhan Primer Gedebage ini perlu dipertajam menjadi konsep yang lebih baik.

Ridwan Kamil (September 2015): “Bandung Teknopolis itu kota baru untuk menangkap ekonomi global berbasis IT.”

 

 

 

Beberapa konsep lama dari ide Kawasan Pertumbuhan Primer Gedebage dipertahankan seperti perlunya danau penampungan pencegah banjir dan masjid yang akan dibangun diatasnya.

Konsep baru yang tidak pernah ada sebelumnya di Indonesia digagas oleh Ridwan Kamil dengan mengkhususkan area ini menjadi area industri berbasis IT. Strategi yang diambil harus berbeda dengan yang diterapkan sebelumnya terhadap Puspitek karena memang sebelumnya direncanakan menjadi pusat riset teknologi dan menjadi penggerak industri canggih.

KENAPA PERLU TEKNOPOLIS (SEPERTI SILICON VALLEY BUKAN PUSPITEK ATAU KAWASAN INDUSTRI JABABEKA ATAU BATAM)?

Banyak alasan, Indonesia pada prinsipnya harus menjadi sumber produk bukan tempat bagi penyerap pasar. Harus memiliki pusat inovasi (index inovasi Malaysia jauh lebih baik:https://www.lembar.info/indeks-pembangunan-inovasi-global-dunia/) malah indeks korupsi yang jadi sorotan (index korupsi: https://www.lembar.info/indeks-korupsi-indonesia-dunia-2015/).

Teknopolis akan menjadi tempat berkumpul unicorns kecil dan menjadi penggerak ekonomi makro jika bisa dibuat sukses terintegrasi (https://www.lembar.info/kenapa-silicon-valley-surga-buat-startups/).

Teknopolis akan menjadi sumber bagi optimalisasi potensi teknologi internet atau IT jika bisa berkembang lebih jauh misal ada pusat industri teknologi saingan Tesla (https://www.lembar.info/mobil-listrik-kekuatan-samson-1000-hp/) atau SpaceX (https://www.lembar.info/lomba-inovasi-roket-ulang-alik/). Optimalisasi teknologi IT diperlukan karena tahun 2015 ada 70 juta pemakai internet baru di Indonesia (pada tahun 2012 ada 55 juta pengguna internet).

Poin pertimbangan lain:

  • pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6% pertahun dan belanja perorangan di internet naik sekitar 10% (ini mungkin sebagian besar lari ke luar negeri);
  • Teknologi bagi pengguna internet di Indonesia semakin meluas dengan target 3G yang diperluas oleh beberapa operator;

Pertimbangan lain yang aktual hanya kita lihat satu produk luar negeri Mig33 (atau Migme) tersinyalir memiliki 40 juta pengguna dari Indonesia dengan rata-rata revenue dari tiap pengguna sekitar 3 USD, kecil perorang tapi angka yang besar jika yang menggunakan 40 juta orang. Berapa angka yang dihasilkan dari Indonesia oleh Blackberry? Apple? eBay? Aliexpress? Amazon?

Berapa dana awal untuk membuat Teknopolis? menurut Ridwan Kamil sebesar 500 milyar bisa membuat tahap (awal) yang diperlukan dan angka ini hanya bagian kecil dari penghasilan Mig33.

Mc Kinsey pasti tidak asal nulis mengenai prediksi bahwa Indonesia akan menjadi pasar ketujuh terbesar di dunia (https://www.lembar.info/mckinsey-konsultan-pembuat-ceo/).

KONSEP TEKNOPOLISSEPERTI APA?

Banyak jawaban dan sedikit rumit. Act local think global banyak disebut-sebut. Konsep yang cocok sudah dalam pertimbangan Kang Emil atau Ridwan Kamil.

Semoga poin utama yang juga pernah disebut oleh Kang Emon (nama lengkapnya Frederick Emmons Terman) sebagai bapak dari Silicon Valley (tidak ada ibu silicon valleys terlalu kontroversial).

Kang Emon ini bisa menggugah inovasi dan terintegrasi oleh praktisi dan industri dalam satu kawasan. Kapan di Indonesia didorong?

Anda ada ide?