SEWAKTU masih sekolah di Bandung, Adi membawa motor dan hari mendung takut turun hujan turun dengan deras.

Dalam ketergesa-gesaan akhirnya Cecep dan Kiki ingin nebeng ikut motor dari simpang Dago Bandung (tempat foto kopi) menuju Dago Pojok (jarak yang pendek mungkin sekitar 500 meter, sekitar 2-5 menit nebeng menggunakan motor).

Adi: Ayo jadi nebeng, keburu hujan nih, harus cepat-cepat.

Cecep: Iya, aku nebeng.

Tiba-tiba,…….

Riki: Woiiiii, aku juga nebeng, bisa gk nyelip. Lama nh nunggu angkot pada ngetem.

Irwan: Aku juga nebeng nih, bisa gk?

Adi dan Cecep berpandangan,… dan akhirnya Adi setuju tapi kebingunan.

Adi: Irwan minta belakangan, Riki saja yang naik, lagipula Irwan nanti naik angkot biru agak beda jalurnya.

Semuanya sepakat dan bergerak cepat.

Adi: Ayo cepat.

Mereka bertiga naik motor melaju dari area lampu merah. Baru sekitar 100 meter motor berjalan tiba-tiba di semprit Polisi yang menjaga lokasi tersebut karena biasanya angkot ngetem dan selalu diusir dan diminta jalan oleh polisi.

Polisi: Selamat sore adik-adik.

Adi: Sore Pak Polisi

Polisi: Adik-adik tahu kalo naik motor tidak boleh gegabah dan bisa berbahaya?

Adi dan Cecep: Iya Pak Polisi

Polisi: Kalo tau naik motor harus hati-hati ini kenapa naik motor bertiga?

Cecep: Soalnya kalo berempat tidak bisa Pak Polisi

 

Pak Polisi akhirnya meminta kita semua push-up 40 kali.