Vasili Alexandrovich Arkhipov Penyelamat Perang Nuklir

0
252

Banyak pahlawan yang tidak diketahui publik dan tertutup kisahnya. Ini yang menyebabkan anda tidak mengenal Vasili Alexandrovich Arkhipov. Demikian juga dengan Petrov Day (Kejadian hampir Perang Nuklir – STANISLAV YEVGRAFOVIC) tidak terkenal.

Secret Dead mengangkat kisah Vasili Alexandrovich Arkhipov dalam kisah The Man Who Saved the World.

Bridge of Spies adalah film yang ditahun 2016 mendapat nominasi Grammy dan bahkan posisi best supporting actor diserahkan pada pemain film ini.

Di dalam Bridge of Spies diceritakan perjalanan menukar pilot yang ditangkap oleh Rusia untuk ditukar dengan agen mata-mata Rusia yang ditangkap di Amerika. Diluar kisah hebat ini ada kisah lain yang tidak kalah hebat bahkan menghindarkan dunia dari perang nuklir.

Pada tahun 1961 terjadi insiden yang memicu ketegangan antara Rusia dan Amerika melalui Kuba. The Bay of Pigs Invasion adalah proyek gagal militer Amerika melalui CIA yang mendanai serangan melalui kaki tangannya untuk menghentikan pengaruh komunis Fidel Castro.

Setelah kegentingan ini terjadi, pada tahun 1962 pesawat mata-mata Amerika tertembak jatuh dimana pilotnya ditangkap dan kemudian menjadi cerita dalam film Bridge of Spies.

Rusia dan Amerika ada saat itu dalam keadaan saling mencurigai dan pada posisi panas. Setiap hal bisa terjadi pada saat itu, di Jerman pada kisaran waktu tersebut juga terjadi perang dingin yang memuncak pada pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur. 1962 mungkin keadaan yang bisa dianggap sangat genting.

serangan kapal selam di kubaSekelompok Kapal Selam Rusia pada saat itu ditugaskan untuk mendiami posisi di perairan internasional dekat dengan Kuba. Kapal selam tersebut memiliki senjata nuklir.

Pada tanggal 27 Oktober 1962, sebuah kapal selam B-59 yang berposisi di perairan internasional tersebut dikatahui posisinya oleh Amerika.

Secrets of the Dead The Man Who Saved the WorldKapal perusak (USS Destroyer) Beale, kemudian memutuskan untuk menjatuhkan depth charges. Depth charges adalah bahan peledak yang dijatuhkan kedalam air dan meledak untuk menndorong kapal selam naik ke permukaan.

Kapten pada Kapal Selam B-59 ini berpikir bahwa perang dunia ketiga sudah mulai dan posisi sudah saling serang. B-59 saat itu tidak bisa berkomunikasi dengan pangkalan karena misi kapal selam rahasia tidak boleh terdekteksi apalagi dari deteksi radio.

Kapten dari B-59 yaitu Valentin Savitsky menyuruh para kru kapal selam menyiapkan 10 kiloton nuklir untuk menyerang balik mengarah kepada kapal terbesar yang memimpin pasukan tersebut, USS Randolf.

Berbeda dengan aturan main di kapal laut, kapten berkuasa atas keputusan kapal. Keputusan pada kapal selam Rusia menetapkan bahwa harus 3 officer yang sepakat jika keputusan diambil.

Kapten Savitsky dan officer Ivan Semonovich Maslennikov, sepakat untuk membalas balik dengan nuklir sekaligus tapi  Vasili Alexandrovich Arkhipov menolak sehingga kapal selam kepermukaan dan menuggu perintah Pemerintah Pusat dari Moskow.

Kejadian detail tentang depth charge dan hadangan Amerika tidak dilaporkan secara detail ke Moskow. Akhirnya, B-59 diminta agar balik keluar menjauh Kuba.

Jika saja pada saat itu 10 kiloton nuklir diluncurkan ke kapal Amerika maka dalam sekejap semua kapal disana akan menguap.

Beberapa saat berikutnya balasan nuklir akan terjadi ke daratan Rusia dan balasan Rusia juga akan sangat dahsyat ke daratan Eropa dan Amerika melalui kapal selam lain. Untung saja kejadian ini dihindarkan dan penolakan Arkhipov dikenal kemudian oleh Amerika. Amerika pada saat itu tidak menyadari bahwa serangan nuklir sebenarnya hampir saja terjadi jika seorang second commander dari Rusia menahan diri.